PERAN BIOTEKNOLOGI DI BIDANG ENERGI ALTERNATIF

– Ketersediaan materi bakar fosil yang terus menipis serta emisi yang dihasilkannya memicu para ilmuwan untuk menghasilkan sumber energi terbaharui dengan memanfaatkan bioteknologi. Selain menghasilkan sumber energi alternatif, teknologi yang diterapkan juga diupayakan biar ramah lingkungan sehingga tidak mencemari lingkungan. Seperti yang diketahui, materi bakar fosil termasuk salah satu penyumbang zat polutan terbesar di dunia. Hal itu ditunjang dengan semakin meningkatnya jumlah kendaraan yang menggunakan materi bakar fosil. Berbagai cara telah dilakukan untuk mengatasi pencemaran akhir asap kendaraan mulai dari kendaraan ramah lingkungan sampai materi bakar yang ramah lingkungan. Salah satu terobosan bioteknologi di bidang energi alternatif ialah diciptakannya biofuel dengan memanfaatkan biro biologi. Pada kesempatan ini , Bahan berguru sekolah akan memaparkan beberapa produk energi alternatif yang dihasilkan melalui bioteknologi.

Energi Alternatif Biofuel 

Biofuel ialah energi alternatif yang terbarukan yang dibuat dengan memanfaatkan biro biologi berupa hewan atau tumbuhan. Biofuel merupakan cairan yang berasal dari biomassa, terutama dari materi nabati. Biofuel diklaim sebagai pengganti tepat untuk materi bakar fosil, karena lebih ramah lingkungan daripada materi bakar fosil.

Biofuel sering juga disebut sebagai materi bakar hayati karena terbuat dari bahan-bahan organik. Biofuel terus dikembangkan untuk mengatasi duduk perkara lingkungan dan krisis energi. Beberapa produk biofuel yang paling terkenal antaralain bioetanol, biogas, dan biodiesel.

#1 Produksi Bioetanol
Bioetanol ialah salah satu jenis produk biofuel yang diklaim paling baik. Bioetanol merupakan alkohol yang dihasilkan dari jagung, sorgum, kentang, gandum, batang dan daun tebu, bahkan biomassa menyerupai limbah batang jagung dan limbah sayuran.

Produk bioetanol yang dihasilkan dari fermentasi khamir pada gula dikenal dengan istilah gasohol. Gasohol merupakan energi alternatif yang baik karena dapat diperbaharui dan lebih sedikit menjadikan pencemaran. Dalam proses pembuatan gasohol, limbah batang tebu atau bagsse dapat dimanfaatkan sebagai sumber energi pada proses penyulingan.

Secara singkat, proses pembuatan bioetanol menggunakan limbah tebu terdiri dari beberapa tahapan sebagai berikut:
1. Budidaya tanaman tebu
2. Penggilasan tebu untuk mengektraksi gula
3. Pengkristalan sukrosa dan menghasilan sisa berupa molase
4. Fermentasi molase oleh Saccharomyces cerevisiae
5. Penyulingan dan pemurnian alkohol pekat menjadi gasohol

Limbah batang dan daun tebu dapat difermentasi menjadi etanol atau alkohol. Etanol hasil fermentasi limbah batang terbu telah diterapakan sebagai materi bakar kendaraan bermotor di beberapa negara menyerupai Amerika Serikat, Brazil, dan Zimbabwe.

#2 Produksi Biogas
Biogas ialah jenis biofuel yang dapat dijadikan sebagai energi alternatif pengganti materi bakar minyak selain gasohol. Salah satu alasan pembuatan biogas ialah pelestarian lingkungan yaitu untuk mengurangi pencemaran akhir limbah peternakan atau kotoran ternak sekaligus memanfaatkan limbah peternakan sebagai sumber energi.

Biogas sendiri merupakan gas metan yang dihasilkan melalui fase anaerob dalam fermentasi limbah kotoran ternak oleh mikroba tertentu. Pada fase anaerob dihasilkan biogas yang sifatnya mudah terbakar sehingga dapat dimanfaatkan sebagai materi bakar.

Di beberapa negara menyerupai Cina, India, dan Pakistan, biogas dimanfaatkan sebagai materi bakar untuk keperluan sehari-hari dan terus dikembangkan biar dapat diterapkan pada kendaraan bermotor. Beberapa kawasan di negara-negara tersebut memiliki fermentor biogas sendiri untuk menghasilkan gas metana.

Pemanfaatan limbah peternakan sebagai sumber energi memberi dampak faktual dalam hal energi alternatif dan pelestarian lingkungan alasannya ialah biogas dapat mengurangi pencemaran udara yang timbul akhir anyir busuk dari kotoran hewan ternak sehingga lingkungan tetap terjaga.

Penguraian senyawa organik berupa kotoran hewan ternak menjadi gas metana melibatkan beberapa kelompok mikroorganisme menyerupai Methanobacterium, Methanobacillus, Methanococcus, Streptococci, Bacterioides, Kethanobacillus, Desulfovibrio, dan beberapa jenis Enterobacteriaceae.

#3 Produksi Biodiesel
Biodiesel ialah materi bakar biologis yang memanfaatkan minyak dari beberapa sumber berupa tanaman menyerupai biji bunga matahari, biji jarak, kelapa sawit, kedelai, dan sebagainya. Biodiesel merupakan salah satu energi alternatif pengganti materi bakar solar.

Jika dibandingkan dengan solar, biodiesel memiliki keunggulan yaitu lebih ramah lingkungan karena menghasilkan lebih sedikit polusi. Akan tetapi, biodiesel masih cenderung sulit diterapkan karena biaya produksinya lebih mahal sehingga masih perlu untuk dikembangkan.

Bioteknologi di Bidang Pertambangan

Selain dimanfaatkan untuk menghasilkan energi alternatif pengganti materi bakar fosil, bioteknologi juga dimanfaatkan dalam pertambangan. Penggunaan mikroorganisme dalam proses penambangan secara biologis disebut bioleaching.

Bakteri yang digunakan dalam proses bioleaching ialah bakateri keomautotrof  menyerupai Thiobacillus ferooxidans dan Thiobacillus thiooxidans. Bateri jenis ini dapat menggunakan sumber karbon dari materi organik dan sumber energi dari reaksi kimia.

Secara konvensional, ekstraksi bijih tembaga dalam aktivitas pertambangan memerlukan pemberian zat kimia dan proses tersebut memerlukan biaya yang sangat besar. Dengan bioteknologi, proses ekstraksi bijih tembaga dilakukan dengan memanfaatkan basil Thiobacillus ferooxidans.

Hosting Unlimited Indonesia

Dalam proses bioleaching, mikroorganisme yang terlibat digunakan untuk mengubah logam tak larut menjadi logam terlarut sehingga pengambilan logam dari biji mineral berkadar rendah mungkin untuk dilakukan. Tidak hanya pada tembaga, bioleaching juga diterapakan pada penambangan besi, nikel, dan emas.