PERAN BIOTEKNOLOGI DI BIDANG PELESTARIAN LINGKUNGAN

Pelestarian lingkungan merupakan salah satu upaya yang terus dikembangkan semoga lingkungan hidup bebas dari pencemaran dan tetap lestari. Seiring dengan kemajuan teknologi dan industri, sumber-sumber pencemar lingkungan juga semakin beragam dan meningkat. Oleh alasannya itu, para peneliti mencoba untuk memanfaatkan abjad mikroorganisme serta teknik-teknik bioteknologi untuk mengatasi dilema pencemaran lingkungan yang relatif sulit kalau ditangani secara konvensional. Salah satu aplikasi bioteknologi di bidang pelestarian lingkungan yakni pengembangan teknologi bioremediasi dan rekayasa genetika dengan memanfaatkan biro biologi berupa tumbuhan dan mikroorganisme. Bioremediasi merupakan proses pembersihan lingkungan tercemar dengan memanfaatkan mirkoorganisme untuk menghilangkan dan mendegradasi zat-zat pencemar. Pada kesempatan ini, materi berguru sekolah akan memaparkan upaya pelestarian lingkungan dengan menggunakan bioteknologi.

Pengolahan Limbah Air

Limbah yakni segala materi bebentuk cair, padat, atau gas yang dibuang dan tidak dikehendaki lagi. Limbah dapat mencemari lingkungan dan mengancam kelangsungan hidup. Pembuangan limbah yang dihasilkan oleh masyarakat secara sembarangan tentu dapat mencemari sumber air bersih ibarat sungai, air tanah, laut, danau, dan sebagainya.

Limbah yang mencemari perairan berdampak buruk bagi ekosistem perairan dan mengancam makhluk hidup yang menggantungkan hidup pada sumber air tersebut. Limbah disebut berbahaya dan dapat mengancam kelangsungan hidup alasannya sebagian besar mengandung materi beracun dan dapat menjadi tempat hidup mikroorganisme patogen penyebab penyakit.

Limbah mungkin saja mengandung basil dari terusan pencernaan manusia. Bakteri-bakteri tersebut seharusnya dimusnahkan semoga tidak menyebabkan penyakit terusan pencernaan. Bahan sisa rumah tangga dan industri ibarat sabun, detergen, dan bahan-bahan kimia lainnya harus dibersihkan terlebih dahulu sebelum dibuang ke sungai.

Baca Juga:  PENAMAAN, KLASIFIKASI, DAN CONTOH ENZIM BESERTA FUNGSINYA

Salah satu cara untuk mengatasi pencemaran yang terjadi di perairan yakni dengan memanfaatkan bioteknologi. Dengan beberapa teknik bioteknologi, pengolahan limbah air menjadi lebih efektif dan terkendali. Pengolahan limbah ditujukan untuk mengurangi racun atau mengubah limbah menjadi materi berguna.

Dalam pengolahan limbah air, bioteknologi memanfaatkan beberapa jenis basil aerob dan anaerob. Salah satu teknik yang digunakan dalam pengolahan limbah air yakni bioremediasi. Bakteri yang biasa digunakan dalam bioremediasi antaralain Pseduomonas, Nitrososmonas, Arthobacter, Azotebacter, Flavobacterium, dan sebagainya.

Pengolahan limbah dengan teknik bioremediasi dilakukan melalui beberapa tahapan, yaitu:
1. Penyaringan mineral yang mengapung menggunakan filter
2. Mikroremidiasi menggunakan tumbuhan dan lumpur aktif
3. Penyaringan polutan dengan mikroorganisme aerobik
4. Penyaringan basil mikroskopis dan ion terlarut dengan teknik biofilter.

Pengolahan Limbah Minyak

Selain limbah sampah dari rumah tangga dan industri, perairan juga dapat tercermar oleh minyak. Pencemaran air oleh minyak sering terjadi di daerah laut atau sungai. Tumpahan minyak mentah di laut akan menjadikan dilema serius bagi ekosistem laut.

Minyak diketahui sangat resisten terhadap degradasi oleh basil pengurai sehingga cukup sulit untuk diatasi. Meski demikian, bioteknologi telah berhasil menemukan suatu cara untuk menguraikan minyak yang mencemari perairan dengan memanfaatkan jamur Cladosporium resinae.

Cladosporium resinae merupakan jamur yang sangat efektif dalam mendegradasi palstik dan parafin. Selain jamur ini, pengolahan limbah minyak juga dapat dilakukan melalui teknik rekayasa genetika dengan memanfaatkan basil Pseudomonas. Dengan teknik rekayasa genetika, basil tersebut dapat memecah ikatan hidrokarbon minyak.

Bakteri lain yang juga dimanfaatkan dalam pengolahan limbah minyak yakni Acinetobacter calcoaceticus. Bakteri tersebut memproduksi emulsan, yaitu polisakarida yang berfungsi sebagai zat pengemulsi. Emulsan menyebabkan minyak bercampur dengan air sehingga dapat diuraikan.

Baca Juga:  Ringkasan Materi Sistem Reproduksi Manusia

Pengolahan Limbah plastik

Limbah plastik merupakan jenis limbah yang sulit diuraikan. Limbah plastik menjadi salah satu dilema sampah yang dihadapi di aneka macam negara alasannya plastik termasuk materi yang paling banyak digunakan dalam kehidupan sehari-hari sehingga berkontribusi besar dalam penumpukan sampah.

Pengolahan limbah plastik dilakukan dengan cara biodegradasi. Oleh alasannya itu, semoga dapat didegradasi maka dikembangkanlah jenis plastik yang biodegradable untuk industri pengemasan. Plastik biodegradable bersifat lentur dan dapat didegradasi oleh Cladosporium resinae.

Beberapa jenis palstik yang dapat didegradasi antaralain produk plastik dari materi politen dan poliester poliuretan. Kedua materi tersebut memiliki massa molekul yang lebih rendah. Salah satu produk plastik biodegradable yang diproduksi secara komersial yakni pululan yang dibuat dari polisakarida Aureobasidium pullulans.

Bakteri lain yang digunakan dalam pengolahan limbah plastik yakni Methylococcus capsulatus. Bakteri tersebut dapat membentuk alkena oksida yang digunakan untuk pembuatan plastik daur ulang dari materi polietilen dan polipropilen.

Detoksifikasi Air Raksa Pencemar

Pencemaran air raksa atau merkuri organik biasanya terjadi di daerah pantai di bersahabat daerah industri besar. Air raksa pencemar ini sangat beracun dan bersifat karsinogenik, yaitu dapat menyebabkan mutasi gen. Karena sifat tersebut, tentu polutan ini sangat berbahaya bagi ekosistem di sekitar pantai yang tercemar.

Dalam proses detoksifikasi air raksa pencemar, digunakan tanaman transgenik berupa Arabidopsis thaliana. Tanaman transgenik tersebut bisa menghasilkan gen besifat detoksifikasi merkuri organik sehingga tidak membahayakan insan atau hewan.